Breaking News
cara menghitung harga saham per lembar

Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar

Rumus harga per lembar saham tersebut dipecah mejadi 4 tipe rasio saham. Dengan mengenali keempatnya bisa jadi kalian dapat membedakan mana saham mahal serta mana saham murah.

  1. PBV( Price to Book Value Ratio)

PBV( Price to Book Value Ratio) ialah salah satu rasio penentuan harga saham yang tersebar. Dalam bahasa Indonesia, PBV diucap dengan Rasio Harga terhadap Nilai Novel digunakan buat menyamakan kapitalisasi pasar industri dengan nilai bukunya sendiri( industri).

Rasio PBV membagikan cerminan berapa banyak pemegang saham yang membiayai peninggalan bersih industri.

Nilai Novel ini merupakan nilai peninggalan industri yang tercantum dalam laporan keuangan ataupun Balance Sheet serta dihitung dengan metode mengurangkan kewajiban industri dari asetnya( Nilai Novel= Aktiva– Kewajiban).

Dapat dikatakan rasio ini bisa membuktikan apa saja yang hendak diperoleh pemegang saham sehabis industri terjual serta hutangnya seluruh sudah dilunasi.

Pada biasanya Bila nilai BVPS di atas nilai 1, akhirnya harga saham tersebut terbilang mahal, demikian juga kebalikannya. Berikut rumus harga saham bersumber pada rasio ini:

Price to Book Value= Harga per Lembar Saham/ Nilai Novel per lembar Saham ataupun dalam bahasa Inggris: Price to Book Value( PBV)= Stock Price per Share/ Book Value Per Share.

Contoh Perhitungan PBV( Price to Book Value Ratio)

Harga per lembar saham Bank Negeri Indonesia Tbk dengan kode emiten BBNI bertepatan pada 05 Desember 2017 sebesar Rp2. 760 sebaliknya nilai Novel per lembar saham sebesar Rp1. 954. Berikut perhitungan rasio PBV BBNI:

PBV( Price to Book Value Ratio)= Harga per Lembar Saham/ Nilai Novel per lembar Saham

= Rp2. 760/ Rp1. 954,= 1, 41

Baca Juga :  Aplikasi Simulasi Trading Saham Online RTI Business

Jadi PBV( Price to Book Value Ratio) Bank Negeri Indonesia Tbk merupakan sebesar 1, 41 kali.

  1. PER( Price to Earnings Ratio)

PER( Price to Earnings Ratio) merupakan rasio buat memperhitungkan industri yang diukur dari harga saham dikala ini terhadap pemasukan per- sahamnya( EPS).

Umumnya digunakan oleh investor serta analis buat memastikan nilai relatif dari saham industri dalam perbandingan apple to apple.

Tidak hanya itu bisa digunakan buat menyamakan industri dengan catatan sejarahnya sendiri ataupun buat menyamakan pasar agregat satu sama lain ataupun dari waktu ke waktu.

Bila nilai rasio PER lebih besar menampilkan kalau pasar bersedia membayar lebih terhadap pemasukan ataupun laba bersih sesuatu industri, dan mempunyai harapan yang besar terhadap masa depan industri tersebut sehingga bersedia buat menghargainya dengan harga yang lebih besar.

Di sisi lain, rasio PER yang lebih rendah menggambarkan kalau pasar tidak lumayan yakin terhadap masa depan saham industri yang bersangkutan. Ini rumus harga saham bersumber pada rasio Price to Earnings Ratio( PER)= Harga Saham/ Laba per Saham

Contoh Perhitungan Price to Earning Ratio( PER)

Harga per lembar saham industri A merupakan Rp500 dengan rasio EPS sebesar Rp20. Hingga Rasio PER- nya merupakan Rp500/ Rp20= Rp25. Ini menunjukkan kalau Investor bersedia buat membayar Rp25 buat tiap Rp1 pemasukan industri.

  1. PEG Ratio( Price Earning Growth Ratio)

PEG Ratio( Price Earning Growth Ratio) merupakan rasio yang menghitung nilai saham bersumber pada pemasukan dikala ini serta kemampuan pertumbuhannya di masa yang hendak tiba.

Dapat dikatakan rasio ini banyak digunakan oleh investor buat mengenali apakah saham yang diliriknya tengah terletak di atas ataupun di dasar harga, dengan memikirkan pemasukan dikala ini dengan tingkatan perkembangan yang hendak dicapai oleh industri pada masa yang hendak tiba.

Baca Juga :  Saham Blue Chip Apa Saja

Rasio ini digunakan dengan metode menyamakan antara harga dengan perkembangan laba. Rasio ini mencermati perkembangan laba sesuatu industri secara historis.

Metode melaksanakan perhitungannya merupakan membagi PER dengan perkembangan laba dalam satu tahun. Kian rendah hasil rasio PEG hingga hendak terus menjadi baik kesempatan harga saham tersebut hendak bertambah di masa mendatang.

Buat menghitung PEG( Price/ Earnings to Growth Ratio) kalian dapat memakai rumus:

PEG= PER/ Perkembangan EPS Tahunan.

PER( Price per Earning Ratio) merupakan Rasio Harga terhadap Pemasukan serta EPS( Earning per Share) merupakan laba per lembar saham

Contoh Perhitungan PEG( Price/ Earning to Growth Ratio)

Buat memperoleh nilai PEG, kalian tadinya wajib menghitung nilas EPS terlebih dulu, begini contoh perhitungannnya

Pada bertepatan pada 23 November 2017, PER( Price Earning Ratio) PT. Elnusa Tbk( ELSA) sebesar 17, 93. EPS( Earning per Share) pada tahun 2016 merupakan sebesar Rp192 serta tahun 2017 merupakan sebesar Rp327.

Perkembangan EPS= EPS 2017– EPS 2016( Rp237– Rp192)/ Rp237

=( Rp45/ Rp237)

= 0. 23 ataupun 23%.

Sehabis memperoleh Perkembangan EPS, hingga kalian masukkan ke rumus PEG selaku berikut:

PEG= PER/ Perkembangan EPS Tahunan

= 17, 93/ 23%= 76, 5%

Jadi PEG buat PT. Elnusa Tbk( ELSA) sebesar 76, 5% ataupun 0, 765.