Breaking News
cara menghitung harga saham perusahaan tertutup

Cara Menghitung Harga Saham Perusahaan Tertutup

Jangan memperhitungkan saham cuma dari harga sahamnya. Bisa jadi masih banyak pelakon pasar yang menyangka kalau saham dengan harga rupiah yang rendah merupakan murah.

Misalnya saham emiten A biayanya Rp 50 per lembar dikira jauh lebih murah dibanding saham B yang nilainya Rp 5. 000. Sementara itu itu salah besar.

Mengutip Investopedia, Pekan( 7/ 3/ 2021), kenyataannya merupakan harga saham tidak sama dengan nilai saham. Contoh saham A tadi yang nilainya Rp 50, memanglah secara harga ia rendah sekali, tetapi Rp 50 ialah teritori sangat bawah dari nilai saham.

Emiten- emiten yang sahamnya bernilai Rp 50 per lembar umumnya mempunyai kinerja kurang baik sampai turun terus. Sehingga umumnya yang telah memegang Rp 50 sahamnya tidur sangat lama. Pasti ini ialah saham yang pantas dihindari.

Mayoritas orang yakin kalau nilai saham ditunjukkan oleh biayanya. Pasti itu bukan pemikiran yang benar. Harga saham cuma memberitahu Kamu nilai industri dikala ini ataupun nilai pasarnya.

Jadi, harga mewakili seberapa banyak saham diperdagangkan ataupun harga yang disepakati oleh pembeli serta penjual dalam transaksi di pasar modal. Simpelnya bila pembeli lebih banyak daripada penjual, harga saham hendak naik. Bila terdapat lebih banyak penjual daripada pembeli, harga hendak turun.

Kala harga saham turun sebab banyak yang jual bukan berarti saham itu telah jadi murah. Pasti terdapat aspek yang membuat banyak orang menjual saham itu. Seperti itu yang wajib Kamu selidiki.

Investor kerap membuat kesalahan dengan cuma memandang harga saham. Kenyataannya, itu cuma mempunyai arti dalam konteks.

Misalnya, bila industri A mempunyai kapitalisasi pasar Rp 100 miliyar serta mempunyai 10 miliyar saham, sebaliknya Industri B mempunyai kapitalisasi pasar Rp 1 miliyar serta Rp 100 juta saham, kedua industri tersebut hendak mempunyai harga saham Rp 10. Namun industri A bernilai 100 kali lebih besar dari pada industri B.

Baca Juga :  Saham Blue Chip Apa Saja

Pada biasanya para investor memakai valuasi kala memilah saham yang mau dibeli. Terdapat banyak metode buat memandang valuasi suatu saham yang biasanya mengacu pada sebagian rasio semacam Price Earning Ratio( PER), Price Book Value( PBV), Debt Equity Ratio( DER).

Rasio- rasio tersebut dapat dibanding dengan industri ataupun saham sejenis yang lain. Misalnya saham A mempunyai PBV 0, 75x, sedangkan saham lain dalam satu zona PBV- nya menggapai 3x, maksudnya saham itu terbilang murah. Tetapi hati- hati pula, sebab terdapat saham yang murah sebab memanglah fundamentalnya telah sirna.

Terkadang investor pula memadupadankan perhitungan valuasi dengan technical. Umumnya investor hendak memakai grafik technical secara bulanan buat memandang zona support saham yang tengah diincar.